celotehjul2julia

Tiket PTEFilm Silat Indonesia? Hmmmmh… Mungkin pada awalnya orang akan memandang sebelah mata. Jujur, saya sendiri menyaksikan film silat Indonesia seperti ini terakhir ketika masih kecil, itupun nontonnya di layar tancap dekat rumah. Sudah begitu, genre film seperti ini bukan film mainstream yang sedang digandrungi khalayak ramai belakangan ini. Ada memang film laga yang booming, namun sangat jauh berbeda tekniknya dengan film Pendekar Tongkat Emas ini. Namun saya adalah salah satu yang antusias ketika dapat kabar Mirles Production akan membuat film bergenre laga ini.

Apalagi ketika deretan pendukung film dan lokasi shooting dibocorkan. Christine Hakim, Slamet rahardjo, Nicholas Saputra, Eva Celia, Reza Rahardian, Tara Basro, dll. Nama-nama tersebut bukan nama yang asing lagi di telinga masyarakat perfilman Indonesia, dan yang bikin penasaran adalah para pemainnya bukan aktor yang terbiasa bermain laga! Tapi dengan dikatakan bahwa para pemain utama tersebut akan sengaja berlatih beladiri untuk mempersiapkan film ini, saya mulai berfikir bahwa ini film bukan main-main.

Dan pemilihan Sumba sebagai lokasi film membuat nilai plus plus bagi saya yang hobby travelling. Meskipun belum pernah kesana, saya tahu dari beberapa artikel Wisata bahwa Alam Indonesia di Indonesia bagian Timur ini sangat indah. Didukung para pemain bagus, pemilihan lokasi shooting di tempat indah, penulis naskah Jujur Prananto, sutradara Ifa Isfansah, dan produser duo keren Riri Riza dan Mira Lesmana, sudah lebih dari cukup membuat film ini layak ditunggu, bukan oleh saya tapi juga untuk masyarakat pecinta film. Bersyukur Miles Films tidak pelit memberi bocoran saat mereka shooting yang di upload ke Youtube. Kebetulan saya juga fans dari Nicholas Saputra yang suka motret, dimana di istagram-nya sering di post foto-foto indah jepretannya pemandangan di Sumba Timur.

Pendekar Tongkat Emas HEllofest10

Sebelum film rilis di bioskop 18 Desember, saya juga menyempatkan diri untuk pergi ke promo film Pendekar Tongkat Emas ini di acara Hellofest di Tennis Indoor Senayan. Di acara tersebut, Miles Film memberikan bocoran trailer film yang baru ditayangkan pertama kali! Dan sesuai ekspektasi saya: Kereeeeeeeen! Pas tanggal rilis hari pertama di bioskop pun bahkan dibela-belain booking tiket jam makan siang kantor, untuk nonton sore-nya. Takut keabisan🙂

RESENSI:

Film Pendekar Tongkat Emas ini bercerita tentang seorang guru silat yang bernama Cempaka (Christine Hakim), yang mempunyai murid yang merupakan anak-anak dari musuhnya yang dikalahkan: Biru (Reza Rahadian), Gerhana (Tara Basro), Dara (Eva Celia), dan si kecil Angin (Aria Kusumah). Sadar bahwa usianya sudah tua dan sakit-sakitan, Cempaka berniat menurunkan Tongkat Emas yang dimiliki berikut jurus Melingkar Bumi-nya. Suatu hal yang tidak disangka-sangka ketika Cempaka memilih Dara sebagai pewaris tongkat emas tersebut, yang menimbulkan kecemburuan dari Biru dan Gerhana yang sebelumnya memang terlihat mempunyai hubungan khusus. Disaat Cempaka berniat menurunkan jurus Melingkar Bumi pergi beberapa hari dengan membawa Dara, serta Angin yang diajak turut serta untuk mengobati penyakit Cempaka, mereka dihadang oleh Biru dan Gerhana dengan niat untuk merebut tongkat emasnya. Ternyata Cempaka juga sebelumnya telah diracun dan membuat kondisinya semakin lemah dan sulit untuk melawan keduanya. Dara dan Angin malah diminta untuk pergi dengan mebawa serta tongkat emasnya, ketimbang membantu menyelamatkannya. Setelah Cempaka terbunuh, Biru dan Gerhana mencoba merebut dan membunuh Dara serta Angin. Namun usahanya gagal.karena keduanya dibantu oleh sosok misterius yang membawanya ke sebuah pondok di perkampungan. Sang penolong misterius tersebut adalah Elang (Nicholas Saputra). Ketika Dara dan Angin akan pergi untuk mecari Naga Putih,sosok yang pernah disebutkan cempaka harus dicari ketika dia tidak sempat menurunkan ilmu Melingkar Buminya, Elang mengatakan bahwa ilmu mereka belum cukup. Persembunyian keduanya terlacak ketika Dara dengan sengaja membuntuti Elang ke sebuah tempat karena penasaran dengan sosoknya. Akibatnya, perkampungan tersebut diserang oleh orang-orang yang memburu mereka dikarenakan foto mereka telah disebar oleh Biru dan Gerhana yang telah menguasai Padepokan Sayap Merah dan dihasut telah membunuh Cempaka guru mereka. Akibat penyerangan di saat Elang tidak ada, perkampungan tersebut terancam. Angin yang mencoba menolong, sebelumnya telah mentotok Dara untuk tidak keluar dari persembunyian. Akibatnya, Angin disandera oleh Biru dan Gerhana. Hal itu membuat Dara menyerahkan tongkat emasnya kepada Biru. Namun mereka tetap tidak puas dan memburu keduanya, hingga akhirnya Angin meninggal. Dara yang sedih ditinggal Angin melanjutkan petualangannya, dan bertemu Elang kembali yang eksodus bersama orang kampun. Disini Elang menceritakan jati dirinya, bahwa dia adalah anak dari Cempaka (Cempaka muda diperankan Prisia Nasution) dan Naga Putih (diperankan Darius Sinathrya). Elang menguasai jurus Melingkar Bumi, dan akan mengajarkannya kepada Dara. Meskipun itu telah melanggar janji sebelumnya. Ingin tahu gimana kelanjutan filmnya? Apakah Dara dan Elang berhasil merebut kembali tongkat emas dari Biru dan Gerhana? Tonton segera di bioskop🙂 gak rugi kok ngeluarin duit buat nonton film Indonesia berkualitas ini. Buktinya, saat selesai film ini diputar satu penonton di studio semua bertepuk tangan. Maju terus perfilm-an Indonesia!

Dalam bukunya, Dewi Lestari atau biasa disapa dengan Dee mengatakan bahwa Rectoverso adalah pengistilahan untuk dua citra yang seolah terpisah tapi sesungguhnya satu kesatuan,saling melengkapi. Sekedar flash back, di Tahun 2008 Dee mempersembahkan karya yang tidak biasa. 11 cerpen, dan 11 lagu sekaligus dalam satu kesempatan. Bisa dinikmati secara bersama, bisa juga secara terpisah. Untuk itu, Dewi memberi judul karyanya Rectoverso.

Dan tepat di hari Valentine 14 Februari 2012 lalu, Dee yang kali ini bekerjasama dengan 5 sutradara wanita sebagai Director, memilih 5 cerita dari 11 cerita yang ada di bukunya untuk dijadikan sebuah Film yang diberi Judul “Rectoverso, Cinta Yang Tak Terucap”. Ke lima film yang diambil itu kesemuanya bertemakan cinta yang tak terucap *ehm…  

Uniknya, film ini tidak dikisahkan secara berurutan, tapi alurnya diacak. Belum selesai cerita yang satu, pindah dulu ke judul berikutnya. Tapi lama-lama kita pun bakal digiring untuk mengetahui cerita seutuhnya ketika puzzle-puzzle itu akhirnya dikumpulkan menjadi satu. Adapun 5 kisah yang diangkat ke layar lebar Rectoverso itu adalah :

 

Malaikat Juga Tahu

Director : Marcella Zalianty

Writer : Ve Handojo

Film ini bertutur tentang kisah percintaan antara si Abang penderita Autis (Lukman Sardi) , si Adik (Marcel Domits) dan Leia (Prisia Nasution). Leia adalah salah satu penghuni kost Bunda (Ibunya si Abang dan Adik) yang pada awalnya dekat dengan si Abang. Saya terkesan dengan akting Lukman Sardi yang sangat baik sekali memerankan tokoh Abang yang terkena autis. FYI, Lukman Sardi juga yang pernah menjadi model Klip-nya Dewi Lestari “Malaikat Juga Tahu”. Leia ini satu-satunya penghuni kost yang paling mengerti si Abang akan kekurangannya. Leia juga yang sering mengajak Abang bermain dan mengobrol. Bunda tahu, jika sebenarnya si Abang menganggap Leia ini lebih dari sekedar teman. Untuk itu, Bunda juga yang paling menentang hubungan Leia dengan si Adik (Hans) yang baru datang ke rumah tersebut. Paling tersentuh ketika Bunda menasihati Leia seperti ini “Hans masih bisa mendapatkan wanita lain, sementara Abang?”.

 

Firasat

Director : Rachel Maryam

Writer : Indra Herlambang   

Firasat menceritakan tentang seseorang yang bernama Senja (diperankan Asmirandah) yang bergabung di sebuah Klub Firasat. Senja memiliki kelebihan bisa merasakan “pertanda” ketika suatu kejadian buruk akan menimpa. Di Klub itu, dia mengagumi sang mentor Panca (Diperankan Dwi Sasono) yang berkharisma. Belum pernah Senja betah berlama-lama tinggal di satu kegiatan, namun di Klub ini dia merasakan hal berbeda. Ibunya (diperankan Widyawati) sangat merasakan perbedaan ini. Sampai pada suatu ketika Senja mendapatkan firasat buruk tentang Panca, Senja berusaha sekuat tenaga untuk mencegah kepergian Panca ke Padang untuk menemui Ibunya yang sedang sakit keras.

 

Cicak di Dinding

Director : Cathy Sharon

Film ini berkisah tentang Taja seorang pelukis (diperankan Yama Carlos) yang jatuh cinta dengan seorang wanita bernama Saras (diperankan Sophia Latjuba) “si Wanita Penggoda”. Saras datang begitu saja. Ketika Taja mulai jatuh cinta dengan Saras, secepat itu pula dia menghilang. Mereka bertemu kembali di sebuah pameran lukisan, dan menemukan kenyataan yang mengejutkan bahwa Saras akan menikah dengan sesorang yang sudah dia anggap sebagai Abang-nya sendiri (diperankan Tyo Pakusadewo). Di hari pernikahan, Taja memutuskan untuk tidak hadir. Sebagai pelukis, Taja memberikan sebuah kado istimewa untuk pernikahan mereka: Sebuah lukisan bertema Cicak di ruang tidur mereka yang akan menyala ketika lampu dipadamkan. Duh..kenapa harus cicak gitu ya…geli-geli gimana gitu liatnya. FYI, cicak ini adalah salah satu tatto tersembunyi yang ada di tubuh Saras. Satu-satunya cerita di film ini yang bertema“nakal”, pas diperankan oleh Sophia “always horny” Latjuba ( kata-kata ini saya bajak dari teman saya si @djaycoholic)🙂

 

Curhat buat Sahabat

Director : Olga Lidya

Writers : Ilya Sigma & Priesnanda Dwi Satria

Amanda (diperankan Acha Septriasa) dan Reggie (Indra Birowo) bersahabat sudah sejak lama. Namun Amanda tidak melihat kalau selama ini Reggie menyimpan “perasaan” kepadanya. Reggie yang selama ini setia menjadi teman curhat, ketika Amanda bermasalah dengan pasanganya yang entah sudah berapa kali berganti. Namun Amanda baru menyadari kalau selama ini yang dia butuhkan sebenarnya hanya seorang yang biasa saja, dengan segelas air putih di tangannya, kala ia terbaring…sakit. Bukankah itu impian yang tidak terlalu tinggi?

 

Hanya Isyarat

Director : Happy Salma

Writer : Key Mangunsong

Pernah ikut sebuah mailing list(milis)? Ikut terlibat aktif didalamnya? Dan akhirnya jatuh cinta dengan salah satu penghuninya? Nah…cerita di Hanya Isyarat ini berkisah tentang itu. Untuk anak milis, mungkin ini sudah menjadi cerita biasa yang sering terjadi🙂 Dipertemukan dalam sebuah milis backpacker, Al (diperankan Amanda Soekasah) bertemu dengan Raga (Hamish Daud) dan mengagumi-nya secara diam-diam. Sedikit berbeda dengan bukunya yang bercerita tentang seorang perempuan pengagum pria yang sering ia temui di bar tempat nongkrong. Al mengagumi pemikiran-pemikiran Raga. Sampailah pada suatu malam ketika para penghuni milis ini berkumpul di perjalanan traveling dan melakukan sebuah permainan, untuk menceritakan pengalaman menyedihkan yang mereka alami. Al yang selama ini selalu memilih menyendiri terpisah untuk tidak bergabung dengan keempat temannya yang kesemuanya cowok ( salah satunya diperankan oleh Fauzi Baadilla, kocak) akhirnya harus ikut bergabung juga bersama mereka. Cerita sedih yang diutarakan Al adalah, tentang kisah seorang temannya yang saking miskinnya hanya mampu membeli Punggung Ayam. Dia hanya tahu bentuk Ayam itu adalah Punggung, padahal selain punggung masih ada tangan, kaki, kepala, dan lainnya. Sebenarnya, itu hanya sebuah perumpaan tentang kisah Al yang hanya mampu mengagumi seorang Raga hanya dari punggungnya saja tanpa mampu untuk mengungkapkannya…  *uhuk

*****

Kalau saya ditanya rating untuk Fim ini, dari 5 bintang saya kasih ****🙂 Secara keseluruhan, Film ini sangat menjaga cerita seperti bukunya, dan ini yang biasanya diinginkan para pembaca buku yang di Film-kan bukan? Meski tidak persis banget 100% mirip. Salut juga buat para Director muda yang kesemuanya Perempuan, two thumbs up! Meski begitu, film ini bukan saja bisa dinikmati oleh kaum perempuan saja loh… Tapi ada satu celotehan teman saya yang usil mengatakan seperti ini “Ah..paling yang nonton banyakan cewek. Yang  cintanya tak terucap kan biasanya cewek” JLEB banget deh….

Jadi ingat juga percakapan ini dengan seorang teman “Ga enak jadi perempuan, ga bisa ngungkapin perasaan duluan”. Temen saya nimpalin “Emang jadi cowok juga enak? Harus nembak duluan”. Ya… dia benar, tidak semua laki-laki punya keberanian buat nembak perempuan duluan. Butuh nyali yang kuat. Benar seperti itu?🙂       

Hanya Isyarat

Hanya Isyarat

5cmPada suatu ketika… di Tahun 2005 (tepatnya 13 Juli 2005) saya pernah menulis ini di sebuah mailing list komunitas fans-nya PADI Band (Sobat Padi) :

Ga’ sengaja, kira-kira 1 or 2 bulan lalu pas jalan-jalan ke Toko Buku Gunung Agung. Gw lihat di bagian kumpulan buku-buku Fiksi/Novel, ada sebuah buku -tampilannya sih ga menarik banget, warna hitam nyaris polos, dengan judul tulisan 5cm putih kecil- iseng-iseng gw baca resensinya. Lumayan bikin gw tertarik, dan tadinya gw niat beli nanti aja di pameran buku biar dapat diskon kan lumayan😉 tapi kok kefikiran terus pengen cepet-cepet baca, akhirnya beberapa hari kemudian gw balik lagi buat beli tuh buku😉

Buku itu sekarang udah habis gw baca, ternyata bagus banget. Mungkin karena isinya deket banget dengan kehidupan yang pernah gw alami (bahkan beberapa nyaris sama!), disajikan dengan gaya bahasa yang tidak membosankan-cenderung kocak malah, trus juga banyak kutipan lagu-lagu bagus dengan kata-kata indah. Dan yang pasti, setelah baca buku ini ga lewat begitu saja yang tidak hanya sekedar cerita. Banyak pelajaran yang bisa gw ambil, tentang arti persahabatan, tentang arti hidup, dan juga tentang arti CINTA😉 dahsyat ga’ tuh?! Komplit. Ending-nya juga ga gampang ketebak loh…

Yang paling gw suka, karena di buku ini ada PADI-nya. Riani (salah 1 tokohnya) suka banget tuh ma PADI, jadi kalo mereka lagu ngumpul setidaknya beberapa kali lagu Padi berkumandang😉 diantaranya gw tandain nih:

Halaman 228 :

Ketika mereka beristirahat sejenak di ranu (danau) Pane,untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju puncak mahameru. Ngobrol-ngobrol diluar sambil menatap langit malam. “ Arial (yang suka bawa MP3 Player) mengotak-atik MP3-nya, Select…Speaker…Speaker select…Open File…Songs…Indonesia Indah…Padi…Song 7…Selected..Play… (Daaan…berkumandanglah lagu “Mahadewi). Mahadewi mengalun lembut diantara hamparan langit mahasempurna diatas mereka. Mereka terpesona, mengingat filosofi yang pernah diceritakan Piyu tentang Mahadewi, yang bukan sekedar lagu cinta antara seorang laki-laki dan wanita, tapi mahadewi bisa berarti banyak, bisa berarti cinta seorang ibu pada anaknya dan banyak lagi. Genta tertegun menatap lagit, badannya pun merendah bertumpu pada dengkulnya. Genta mencongkel tanah merah dan mendekatkan ke penciumannya, tanah merah itu memberikan bau tanah merah yang lembap yang khas. Genta melihat kedepan, permukaan ranu pane tampak berkilap cahaya kecil bintang-bintang yang memantul dipermukaannya. Genta biarkan matanya terpejam menikmati penciumannya, membiarkan angin dingin malam Ranu Pane, menyatu ketubuhnya. Perlahan Genta membuka matanya, membuka genggamannya, melihat tanah merah di genggamannya yang menyisakan kotor ditelapaknya, Genta menarik napas panjang dan membatin, ‘Salah satu Mahadewi bisa juga berarti tanah ini. Salah satu ibu itu…tanah ini…’.”

Halaman 261 :

Ketika mereka berstirahat sejenak di pinggir Ranu Kumbolo, mereka tebak-tebakan lagu. Riani menyayikan salah satu lagu: “Tautan waktu terus berjalan, iringi langkah kita bersama, mendewasakan semua rasa perasaan jiwa,tak akan mungkin mengingkari melawan arti cinta,perlahan kita mulai belajar melaraskan batin menyatukan ruang tingkap pengertian tak pernah ku merasakan penat menjadi beban meski peluh mengalir dan meski terluka…”

“Gilee…,” Zafran langsung bangun dari selonjorannya. “Keren tuh.”

“Siapa ya?”

“Lagi,lagi…”

“Nggak mau,” Riani menggelang.

“Lagi..please,” Zafran memelas-melaskan wajahnya.

“Menyingsingkan cinta dalam deras kehidupan, naif terlahir kewajaran kodrati lepaskan semua.”

“Keren…”

“Gue tau.”

“Gue juga tau.”

Semuanya spontan bersenandung .

“Demi cinta bersandinglah…dalam sisi hidupku ini…demi cinta berjanjilah…melangkah kita bersama…”

“Piyu dan Fadly, Demi Cinta, Padi.” Dinda berteriak keras

“Sumpah keren banget liriknya..Demi cinta.”

Pucuk cemara di kejauhan bergoyang sekenanya mengangguk-angguk bercengkrama dengan awan putih dan langit biru. Semuanya akan setuju dengan kata-kata Demi Cinta.

***

Dan kini…setelah 7 tahun nyaris lewat, Buku ‘5Cm” itu akhirnya di Film-kan! Dengan rumah produksi Soraya Intercine Film, Sutradara : Rizal Mantovani.  Tepatnya rilis di bioskop di tanggal cantik 12-12-12. And you know what…nyaris saya LUPA detail ceritanya. Hahahaaaa…! *Harap maklumlah faktor “U”🙂 Secara garis besar sih masih ingat. Namun justru karena LUPA detail ceritanya itulah yang membuat menarik, ending cerita film-nya tidak ketebak.

Kalau mengharapkan semua isi buku ada di film ini, jelas-jelas ga’ bakalan bisa terwujud. Tapi menurut saya, Film itu sudah merangkum apa yang ada di dalam buku dengan baik. Kebetulan saya mengikuti perkembangan berita dari mulai pemilihan cast, shooting film, sampai film ini rilis ke layar bioskop tanah air (soalnya ngikutin twitter-nya si penulis @Donny5cm).

Ketika cast satu per satu mulai dimunculkan namanya ke publik, terus terang saya kurang begitu antusias. WOW…semuanya punya “nama”. Ganteng-ganteng, cantik-cantik… apa bisa ya mereka mempresentasikan tokoh-tokoh yang ada di buku? Itu pertanyaan awal yang ada. Mudah-mudahan mereka dipilih bukan karena penampilannya saja. Fedi Nuril sebagai Genta, Raline Shah sebagai Riani, Herjunot Ali sebagai Zafran, Denny Sumargo sebagai Arial, dan Igor Saykoji sebagai Ian.

Namun ketika si penulis Donny waktu itu bilang kalau film ini benar-benar akan shooting di Mahameru, itu suatu hal yang sangat dahsyat! Siapa sih yang ga’ tahu Mahameru, banyak yang bilang medan-nya sangat sulit (soalnya saya belum kesampaian naik kesana, makanya pakai kata “katanya”. Hiks…) dan puncak Gunung Semeru ini juga yang pernah merenggut aktifis ternama Soe Hok Gie pada pendakian 18 Desember 1969 karena menghirup asap beracun gunung tersebut.

Banyak kenangan shooting yang tidak akan dilupakan para cast film 5cm berikut Crew, dan juga penulis buku. Suhu yang sangat dingin, medan yang sulit, merupakan beberapa kesulitan yang mereka hadapi. Ketika talk show yang diadakan di Book Fair 2012 di Istora, Fedi dan Raline mewakili para cast mengatakan bahwa kalau ingin melihat penampilan mereka dengan kondisi terburuk adalah di waktu shooting 5cm tersebut🙂 mandi ga jelas, trus saking dinginnya ingus keluar meleleh juga ga berasa. Hihi…. Belum lagi cerita seru ketika Fedi harus memberikan nafas buatan buat Igo (Ian). Kocaaaaak🙂 Totalitas Igor Saykoji dalam menjalani perannya sebagai Ian juga bikin merinding, dimana dia (seperti yang kita tahu, berbobot paling berat diantara yang lainnya) berhasil mencapai Mahameru meski dengan jangka waktu lebih lama dibanding teman-temannya. Merupakan hal yang bagi saya sungguh sangat luar biasa!

Secara keseluruhan, Film ini saya kasih rating 9 dari 10.  Semua cast saya lihat tampil maksimal dan memang PAS pemilihan karakter-nya. GENTA yang diceritakan paling mandiri, diperankan apik oleh Fedi Nuril (tapi tidak seperti di Novel, Genta di-film tidak berkaca mata). RIANI yang diceritakan “bintang”nya di gank 5 sekawan ini: paling cantik (yaiyalah…dia kan cewek sendiri), wanita karier, dan suka kuah Indomie! Hihi….diperankan baik oleh Raline Shah yang awalnya mengaku kesulitan berlogat Jakarta (karena dia yang asal Medan, mengaku logatnya dulu masih Melayu banget). ZAFRAN  yang puitis diperankan sangat Pas oleh Herjunot Ali. ARIAL yang cocok banget diperankan Denny Sumargo yang memang kesehariannya benar olahragawan (pebasket), dan ini nih yang menurut saya paling bikin Film ini seru : tokoh IAN yang diperankan sangat baik oleh Igor Saykoji🙂

Namun nih…seperti yang dibilang di atas kalau film ini tidak sampai mencapai nila 10, karena film ini masih ada sedikit kekurangan. Terutama untuk pengambilan gambar saat mencapai Mahameru. Ini hasil diskusi dengan teman-teman yang waktu itu nontong bareng “Sahabat 5Cm” juga sih… Kenapa pas mendaki itu fokus banget sama 5 sahabat (plus Dinda adiknya Arial) itu. Selain mereka, pas pendakian tidak terlihat ada pendaki lain (kecuali di awal pendakian, itupun hanya 1 or dua pendaki?) dan ketika Dinda sama Ian jatuh merosot kok tidak ada pendaki lain yang care?. Sementara pas di puncak, tiba-tiba saja banyak banget pendaki yang merayakan upacara pengibaran bendera karena bertepatan dengan 17 Agustus hari kemerdekaan.

Oke lah…itu hanya sebagian sisi kekurangannya saja. Secara keseluruhan, film Indonesia ini saya acungin JEMPOL! Meski lagu PADI-nya sama sekali tidak muncul (Padahal awalnya ngarep banget PADI ngisi soundtrack film ini. Pas Film-nya diangkat ke layar lebar, keburu vakum deh band-nya…) Bisa membuat saya menangis haru, juga tertawa kocak karena melihat tingkah lucu pemainnya. Dan ini yang paling penting, bangga menjadi bangsa INDONESIA, punya alam yang sangat indah (Semerunya sangat indah sekali di visualisasikan, bikin tambah pengen muncak kesana). Terharuuuuu banget waktu adegan di puncak pas saat pengibaran bendera. Oh ya, satu lagi yang bikin nangis adalah saat  adegan ke-5 sahabat ini mau pisahan sejenak dan waktu berdo’a di tugu peringatan kematian Soe Hok Gie. Kalo scene lucu-nya sih ga bisa dihitung, karena hampir tiap saat saya ketawa lihat tingkah kocak mereka🙂

Cerita Fim:Tentang persahabatan antara Genta, Arial,Riani,Zafan, dan Dinda. Mereka memutuskan untuk berhenti bertemu selama 3 bulan, untuk kemudian bertemu kembali pada waktu dan tempat yang akan ditentukan. Banyak yang terjadi selama masa 3 bulan mereka tidak bertemu. Genta yang sibuk dengan pekerjaannya. Riani yang memendam rindu pada “salah satu” temannya karena menjadi pengagum rahasia. Arial yang akhirnya berhasil nembak cewek. Zafran sang pujangga yang tetap getol nge-gebet Dinda adiknya Arial. Dan Ian yang akhirnya kelar juga menyusun skripsi-nya.Namun cerita sesungguhnya baru berawal ketika mereka bertemu di suatu tempat untuk melakukan perjalanan menuju puncak semeru: MAHAMERU!

Musikimia

Pertama kali mendengar nama “Musikimia” mungkin orang bertanya “Mata pelajaran apa lagi nih, kok baru denger? ” Memang Musik sama Kimia bisa dijadikan satu? “

Apa itu Musikimia?

Oke..buat yang belum tahu apa itu “Musikimia”, perkenalkan… Musikimia ini adalah nama sebuah grup Band baru di tanah air namun dengan personil yang tidak baru lagi berlalu-lalang di blantika musik Indonesia. Sederhana-nya bisa dikatakan “Band baru muka lama”🙂 Musikimia sendiri berarti  musik yang dihasilkan dari chemistry atau sinergi dari para personelnya.

Personilnya?

musikimia instagram

Seperti yang sudah dikatakan tadi diatas, Band ini personilnya muka lama yang sudah malang melintang di musk Indonesia : Fadly PADI (Vokal), Rindra PADI (Bass), Yoyo PADI (Drum), dan Stephan Santoso.  Loh..Loh… Kok dibelakangnya ada nama PADI semua? Kecuali Stephan Santoso tentunya ya…🙂 Seperti yang kita tahu selama ini (sampai artikel ini ditulis dan di apload ke Blog) band PADI sendiri sedang  VAKUM. Untuk mengisi kevakum-an itu, maka sebagian (besar) dari mereka membentuk band baru yang bernama MUSIKIMIA ini. Band tanpa gitar ga’ lengkap dong ya pastinya… dan Stephan Santoso lah orang yang terpilih untuk mengisi posisi gitaris itu. Mas Stephan sendiri bukan orang baru di dunia musik, namun selama ini biasanya ada di belakang layar sebagai Sound Engineer. Buat Sobat Padi, coba deh buka lagi koleksi album-album PADI-nya, lihat di sampulnya. Nama Stephan Santoso hampir ada di setiap album PADI (Mixing and Mastering Album). Sebenarnya, ada satu nama personil PADI lagi di MUSIKIMIA ini, dialah Ari PADI. Mas yang satu ini, memilih sebagai orang yang berada “di belakang” sebagai sang Manajer.

Kapan MUSIKIMIA berdiri?

MUSIKIMIA sendiri secara resmi di-deklarasikan tepat pada tanggal 17 Agustus 2012. Sebetulnya 17 Agustus ini bukanlah merupakan kesengajaan🙂 Jadi ceritanya begini, waktu itu MUSIKIMIA hadir sebagai bintang tamu di acara Live “Radio Show” Tv One (saat artikel ini ditulis sudah “almarhum”). Karena ada pidato Presiden, acara pun bergeser dari jadwal yang ditentukan. Waktu itu Radio Show dengan jadwal penayangan 16 Agustus 2012, dan akhirnya MUSIKIMIA beruntung mendapatkan momentum deklarasi di tanggal 17 Agustus 2012 karena ternyata show berlangsung melewati tengah malam🙂

Perform MUSIKIMIA

MUSIKIMIA sudah beberapa kali manggung. Kebanyakan masih Off Air. Diantaranya di acara HDII Awards (Himpunan Desainer Interior Indonesia), Kompasianival, pernah juga main di salah satu cafe di E-Plaza Semarang, dan 15 Desember 2012 ini mereka berangkat ke Beijing untuk manggung di Chinese National Orchestra Concert Hall Beijing,Cina.  Diutus oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mewakili Indonesia di acara kebudayaan . Oh ya, satu lagi: MUSIKIMIA juga ikut mengisi salah satu soundtrack Film-nya “Ainun & Habibie” dengan single yang berjudul “Perfect Love”. Semoga dengan makin dikenalnya Musikimia, bisa lebih banyak lagi manggung ya🙂

 Warna Musik

Bagaimana dengan warna musik mereka? Kalau dibandingkan dengan PADI  saya melihat perbedaan. Musik dari MUSIKIMIA sedikit lebih menghentak dibanding PADI🙂 “Ini Dadaku Mana Dadamu” lagu bertema Nasionalis yang mereka keluarkan mungkin bisa jadi pembukti (dan menurut saya, MUSIKIMIA ini band yang “Indonesia banget”, dalam penampilannya selalu diselipkan lagu nasionalis atau yang bertemakan Kebangsaan. Saya harap ini akan seterusnya, dan menjadi ciri khas dari MUSIKIMIA yang akan selalu diingat orang). Di beberapa kesempatan penampilan mereka, MUsikimia juga membuat beberapa Cover version yang lebih nge-Rock dari lagu Koes Plus “Kolam Susu”, Rolling in the Deep”nya Adelle, atau lagu “Bidadari”nya PADI yang mereka aransemen ulang lagi. Namun bukan berarti mereka tidak mengetengahkan lagu-lagu bernada Slow loh… 2 lagu mereka yang sudah diperdengarkan: “Meski Kau Tak Ingin” dan Apakah Harus Seperti Ini (yang konon Klip-nya juga akan sekalian dibuat di Cina), sungguh sangat menyentuh. Ga percaya? Tunggu saja nanti kalau albumnya sudah rilis🙂 Mereka kini tengah sibuk menggarap album, dengan Label masih belum pasti (Saat artikel ini ditulis). Namun salah satu Label musik terbesar di Indonesia sudah berani mempromosikan foto MUSIKIMIA di twitter mereka, kita tunggu saja tanggal mainnya :)  masuk Label mana pun, semoga itu yang terbaik.

Ditengah carut marutnya permusikan Indonesia dengan melesunya peredaran fisik album dan maraknya pembajakan, juga pergerakan musik Indonesia yang entah tren-nya mau dibawa kemana selanjutnya (?), semoga  MUSIKIMIA bisa membawa warna baru yang lebih baik. Seperti kata slogan-nya  Opa buat MUSIKIMIA “NO HYPE, NO BULSHIT, JUST MUSIC”.

Semoga sukses ya buat MUSIKIMIA… #SALAM SENYAWA!

*) Ingin tahu lebih banyak tentang MUSIKIMIA? Silahkan klik official web mereka di : http://musikimia.com/

follow twitter mereka di @musikimia yang full pengetahuan tentang Musik-nya

Gabung di Facebook-nya di http://www.facebook.com/#!/musikimia?fref=ts

Senyawa Musikimia

Foto bareng SENYAWA (Sebutan untuk Fans-nya MUSIKIMIA) di acara Radioshow Tv One

Dengan mengucapkan Puji Syukur ke Hadirat Illahi Rabbi, akhirnya album Padi keluar juga! Alhamdulillah yah…Sesuatu🙂

Meski ini bukan Album yang benar-benar baru semua lagunya, namun sepertinya cukup menjadi pengobat rindu untuk Sobatpadi yang selama ini dengan sabar menanti keluarnya album baru Padi. FYI saja, Padi terakhir mengeluarkan album pada tahun 2007! *Wooow…sudah 4 tahun ya!

Judul album yang baru di rilis tanggal 18 Oktober 2011 lalu (menurut pihak Sony Music, meski pada kenyataannya ditemukan di toko musik baru keesokan harinya) diberi judul “The Singles”. Entah apa yang menjadi pertimbangan mereka untuk memberikan nama “The Singles”, karena setelah saya melihat materi di album tersebut lebih layak rasanya di beri judul album “The Best PadI” saja . Meski disitu ada 2 lagu Single yang belum ada albumnya : “Terbakar Cemburu” dan “Tempat Terakhir” plus lagu lama “26 Desember” yang masuk di kompilasi album Kita Untuk Mereka,2005 (Album yang diperuntukkan untuk para korban Tsunami di Aceh) dan “Work of Heaven” yang masuk ke dalam album kompilasi World Cup 2002 yang khusus diedarkan di Indonesia, selebihnya lagu yang ada di album “The Singles” ini adalah lagu-lagu lama yang ada di album 1 sampai dengan 5 yang sudah beredar sebelumnya.

Album “The Singles” Padi ini terdiri dari 2 CD, tiap CD memuat 14 lagu, Total berjumlah 28 lagu. Dipatok dengan harga Rp 60.000,-. Dengan cover album mirip album ke-2 Padi “Sesuatu Yang Tertunda”, hanya saja gambar Jam diganti Jendela plus tambahan Kelinci. Kenapa Kelinci? Hanya berasumsi saja, sekedar flashback, dulu waktu pembuatan Klip “Rencana Besar” mas Piyu pernah bercerita tentang hewan yang bernama “Kelinci” ini. Di video klip tersebut ada seekor kelinci ditampilkan. Tema dari video klip Rencana Besar itu diambil dari mimpi mas Piyu, dimana seolah-olah sedang menonton konser Guns and Roses bercampur dengan gambaran seekor kelinci dan sebuah sofa putih berada diatas karpet merah. Mimpi tersebutlah yang akhirnya menginspirasi Piyu untuk menulis lagu Rencana Besar ini (sumber: http://www.sobatpadi.net).

Untuk materi lagu lama, mungkin ga usah dibahas kali ya… Saya disini akan membahas 2 materi lagu baru yang ada di “The Singles” ini.

Pertama, Lagu “Terbakar Cemburu”. Single ini sudah lama keluar, tepatnya 18 Januari 2010 mulai diperdengarkan di radio-radio. Cukup unik jika melihat perkembangan lagu ini diperdengarkan ke khalayak. Ada dua versi yang beredar. Untuk yang Full version, ada lirik ditambahkan

Betapa bodohnya diriku yang tak mencibta dan menjaga hatimu dengan sepenuh jiwa. Bahwasanyaselama ini aku tak menyadari dirimu adalah milik teristimewaku ♫”

Dan ketika keluar lagi album “The Singles”, lirik yag keluar berbeda lagi. Ada bait yang terpotong:

kuakui ternyataaaa…sakitnya membakar hati. Sudah membuatmu pergi,kini hanya tinggalkan Luka. Aah..Aaah..Aaaaaaaaaaaah

Next, Lagu “Tempat Terakhir”. Mulai diperdengarkan di radio sekitar sekitar bulan Januari 2011. Lagu ciptaan Yoyo dan Fadly ini, telah dibuatkan klip animasi-nya. Sungguh sangat mengherankan sebenarnya, meski tidak dilakukan promo (karena Padi –sangat disyangkan- memutuskan untuk vakum sementara), namun lagu ini ternyata sangat di gemari dan banyak di request. Terbukti di beberapa radio dan televisi sempat masuk di tangga lagu favorit.

4 Tahun penantian Sobatpadi, di jawab dengan dikeluarkannya album ini. Meski banyak yang kecewa (termasuk saya) namun kehadiran album “The Singles” ini cukup membuat kami kembali bisa berharap: Semoga ini bisa menjadi jembatan kehadiran Padi dengan album selanjutnya. Aamiin…

So, buat Sobatpadi yang mengaku kangen sama lagu Padi. Silahkan cari albumnya di toko-toko musik terdekat di kota anda. Sekali lagi, meski ini bukan album dengan FULL lagu baru, namun setidaknya kalian tidak perlu ganti-ganti CD lagi (atau kaset) untuk mendengarkan lagu-lagu Favorit Padi kalian, karena yang masuk di album “The Singles” ini adalah lagu-lagu terpilih yang juara di jaman-nya :)  Mungkin malah ada yang album lamanya PadI sudah kececer entah disimpan dimana? Maka album The Singles ini patut menjadi pilihan untuk dibeli. Atau dulu waktu single “Work of Heaven” dan “26 Desember” belum sempat beli albumnya, di sini kalian bisa menemukan lagu tersebut. Meski terkesan album  “stengah hati” dengan tidak dimasukannya lagu “Saksi Gitar Tua” (Tribute to Ian Antono,2004), “Doaku” (Album rohani Family Songs Hadad Alwi ,2003) juga “Sahabat Selamanya”  (OST.Upin dan Ipin) ke dalam “The Singles” ini, karena ketiga-nya termasuk lagu yang pernah di populerkan Padi juga . Namun album ini patut untuk di koleksi, saya yakin mereka mungkin ada pertimbangan lain. Makanya, beli Aslinya jangan yang bajakan yaaaaaa😉 *iklan.

Buat yang belum punya album Padi lengkap, jangan khawatir. Meski di sini banyak kumpulan lagu lama, namun semua ada liriknya! Buat yang belum hafal lagu lama, mungkin baru mengenal Padi sekarang? Silahkan bisa ikut berkaraoke-an dengan melihat liriknya 😉

Penasaran dengan Track yang ada di “The Singles” ? ini list-nya :

DISC 1 :

Terbakar Cemburu (Single 2009)

Tempat Terakhir (Single 2010)

Sesuatu Yang Indah (Album 2, Sesuatu Yang Tertunda)

Kasih Tak Sampai (Album 2, Sesuatu Yang Tertunda)

Begitu Indah (Album 1, Lain Dunia)

Harmony (Album 5,Tak Hanya Diam)

Semua Tak Sama (Album 2, Sesuatu Yang Tertunda)

Mahadewi (Album 1, lain Dunia)

Ternyata Cinta (Album 4, Padi)

Belum Terlambat (Album 5,Tak Hanya Diam)

Tak Hanya Diam (Album 4, Padi)

Patah (Album 3, Save My Soul)

Sang Penghibur (Album 5,Tak Hanya Diam)

26 Desember (Kita Untuk Mereka)

DISC 2

Sobat (Album 1, lain Dunia)

Seandainya Bisa Memilih (Album 2, Sesuatu Yang Tertunda)

Siapa Gerangan Dirinya (Album 4, Padi)

Hitam (Album 3, Save My Soul)

Jangan Datang Malam Ini (Album 5,Tak Hanya Diam)

Work Of Heaven (FIFA World Cup,2002)

Bidadari (Album 1, lain Dunia)

Seperti Kekasihku (Album 1, lain Dunia)

Bayangkanlah (Album 2, Sesuatu Yang Tertunda)

Rencana Besar (Album 5,Tak Hanya Diam)

Sesuatu Yang Tertunda (Album 3, Save My Soul)

Rapuh (Album 3, Save My Soul)

Menanti Sebuah Jawaban (Album 4, Padi)

Sudahlah (Album 1, lain Dunia)

Maher Zain? Siapa sih dia?

Itu kata pertama yang dulu terlintas di hati, ketika ada yang bertanya kepada saya “Tau Maher Zain?”. Teman baik saya ini bilang, kalau Maher itu penyanyi muslim dari luar, dan akan duet dengan Fadly PadI di albumnya yang akan beredar di Indonesia. Bahkan di Malaysia, saking banyaknya penggemar Maher yang mau melihat Live concert-nya, sampai dibagi kedalam 2 hari pertunjukan. Tempatnya pun ga’ tanggung-tanggung, di Stadium Malawati Shah Alam, yang menampung banyak orang.

Karena penasaran, iseng saya mencari tahu siapa sih Maher Zain ini. Dan mendapatkan info tentang dia di Wikipedia:

“ Maher Zain born March 16, 1981. is a Swedish R&B singer, songwriter and music producer of Lebanese origin. He also resided for a while in the United States. His debut album Thank You Allah, with 13 songs and two bonus tracks was released on 1 November 2009, with an exclusive Percussion Version and a French Version released shortly afterwards. He sings mainly in English, but also, amongst others, in French, Arabic, Urdu, Turkish and Malay.”

Tak puas hanya disitu, saya mulai browsing di Youtube. Siapa sih Maher ini? Sampailah saya ke suatu link di Youtube, dengan video yang berjudul “Insha Allah”. http://www.youtube.com/watch?v=KfXIF2Mm2Kc Mendengarkan musik dan liriknya, Subhanallah… Begitu indah dan sangat menyentuh! Dan saya pun langsung jatuh cinta pada pandangan pertama!😉 Habis satu lagu, saya pun terus mencari dan mencari lagi lagu berikutnya. Ga sabar Cuma lihat di youtube, akhirnya saya mendonlot banyak lagunya yang ternyata sudah banyak di share MP3-nya. Pssst…jangan ditiru ya! Hanya buat koleksi pribadi😉 Kalau albumnya sudah rilis di Indonesia, pasti saya beli *swear! Apalagi, di album itu, katanya ada duet Bang Maher bareng mas Fadly Padi.

Berikut ini lagu-lagu Favorit saya yang dinyanyikan Bang Maher:

INSHA ALLAH : Ini lagu pertama yang memperkenalkan saya dengan Maher Zain. Kalau boleh saya katakan ini lagu “Gue Banget”! Saya suka musiknya, dan liriknya yang sangat menyentuh. Kalau lagi down dengerin lagu ini bikin bangkit semangat lagi. Coba perhatikan liriknya :

“ Every time you feel like you cannot go on. You feel so lost and that you’re so alone. All you see is night And darkness all around. You feel so helpless you can’t see which way to go. Don’t despair And never lose hope. ‘Cause Allah is always by your side…”

Dan sepertinya, lagu “Insha Allah” ini juga yang dijadikan single pertama di album “Thank You Allah” yang akan dipromosikan di Indonesia (dibawah label Sony Music Indonesia. Lagu ini di lempar ke pasaran musik Indonesia, dengan men-duet-kan Maher Zain dengan Fadly. Sudah dengar lagunya belum? Sudah mulai diputar di beberapa radio yang segmen pendengarnya muslim. Harap maklum, (menurut saya pribadi) musik religi di Indonesia lebih laku dilirik dan marak di stasiun radio/Tv hanya disaat Lebaran dan puasa saja kan? *CMIIW . Dan ini sepenggal lirik yang dibawakan Fadly di lagu “Insha Allah” versi Indonesia-nya:

“Ketika kau tak sanggup melangkah, hilang arah dalam kesendirian. Tiada mentari, bagai malam yang kelam. Tiada tempat untuk berlabuh. Bertahan terus berharap, Allah selalu disisimu. Insha Allah 3x Ada Jalan….”

(FYI, lagu ini tadi dibawakan akustikan oleh Mas Fadly sama Mas Rindra di acara Acara GALAKSI BINTANG MUDA-nya Radio Islam Sabili 1530 AM )

FOR THE REST OF MY LIFE: Ehmmmm… Iya sih, memang lagu ini cocoknya buat yang sudah punya pasangan hidup tetap (Suami/Istri). Karena lagu ini, diciptakan Maher juga buat istrinya. Tapi ga’ salah kan kalau saya juga menyukai lagu ini? *semburatpipimerahjambu :”>. Liriknya sangat akan membuat pasangan anda tersanjung jika dinyanyikan lagu ini. Percayalah… Coba saja dengarkan sebait lirik lagunya ini:

“ For the rest of my life. I`ll be with you. I`ll stay by your side honest and true Till the end of my time I`ll be loving you . Loving you…For the rest of my life. Thru days and night. I`ll thank Allah for open my eyes. Now and forever I…I`ll be there for you…”

Mau dengarkan versi Indonesia-nya juga ada. Judulnya menjadi “Sepanjang Hidup” (Pssst..yang translate lagu ini dari versi English-nya ke versi Bahasa Indonesia juga Sobatpadi loh!). Mas Fadly bawain juga lagu ini, merindiiiiing deh dengerinnya! . Ini sebait penggalan liriknya:

“Sepanjang hidup bersamamu, kesetiaanku tulus untukmu. Hingga akhir waktu kalulah cintaku, cintaku.. Sepanjang hidup seiring waktu, aku bersyukur atas hadirmu. Kini dan selamanya, aku milikmu…”

(FYI, lagu ini tadi dibawakan akustikan juga oleh Mas Fadly sama Mas Rindra di acara Acara GALAKSI BINTANG MUDA-nya Radio Islam Sabili 1530 AM )

THANK YOU ALLAH: Saya suka lagu ini. Karena menyadarkan kita untuk selalu beryukur kepada Allah. Lagu ini yang dijadikan sebagai judul album. “Allah I wanna thank you. I wanna thank you for all the things that you’ve done. YOU’ve done for me through all my years. I’ve been lost. YOU guided me from all the ways that were wrong. Indeed YOU give me hope …”

BARAKA ALLAHU LAKUMA: Naah…biarpun ga’ diceritain, pasti tau dong lagu ini ceritanya tentang apa?😉 Yaitu tentang Nikahan. Hehee… Yang saya suka dari lagu ini, musiknya riang gembira (Musik gambus?). Ga’ tahan buat goyang-goyang kepala deh kalau lagi dengerin sambil pake headphone. Cocok banget diputer kalau ada acara nikahan😉

Dan pokoknya hampir semua lagu Maher Zain saya suka. AWAKEN (Ini lagu Favorit-nya mas Fadly juga, dia bilang waktu wawancara di radio Sabili), CHOSEN ONE (lagu tentang Nabi Muhammad SAW, the Chosen One), PALESTINE WILL BE FREE, HOLD MY HAND, OPEN YOUR EYES, dll. Pokoknya semuaaaaaaa saya suka!😉 Cuma kalau disuruh bawain ga hafal lirik-nya. Panjang-panjaaang. Hehee…

Yang suka dari lagunya Maher Zain ini, lagunya tidak melulu berbicara dari sudut agama dan bersifat menggurui. Banyak juga liriknya bersifat Universal dan bisa dinikmati semua kalangan. Dan semua lagunya dibawakan secara nge-Pop. Enak buat dinikmatin kapan dan dimana saja. Yang pastinya, tidak hanya disaat Puasa dan Lebaran saja🙂

Daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan……

Sekitar bulan April lalu (kalau tidak salah), Maher Zain datang ke Indonesia khusus untuk promo album. Wawancara media, tampil di acara Televisi, plus main sinteron juga! (Pesantren Rock n Roll). Alhamdulillah…berkat bantuan teman-teman baik saya (Makasih OPA &MB, Unan, dan Ridho), bisa dipertemukan dengan maher Zain langsung saat jumpa Pers di Mario’s Cafe! Senaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang sekali!!!!!!! Cuma pas bertemu bingung mau ngapain *blushing. Yang pasti, berfoto dan minta tanda tangan doong🙂 Subhanallah, aslinya cakep sekali *ehm dan tinggi besaaaar! Heheee…..  Dan keberuntungan pun masih berpihak kepada saya dan teman-teman Sobatpadi saya, dengan bisa menyaksikan Mas Bro Maher Zain tampil di acara terbatas di MNC Tv menyanyikan beberapa lagu dengan artis-artis Sony Music (Makasih ya Naaa! Jungkir balik ikutan Quiz ga dapet-dapet. Hehee…). Kalau Maher Zain ke Indonesia lagi untuk konser tunggal-nya, semoga saya masih bisa berkesempatan menontonnya lagi. Aamiin…Aamiin…Aamiin….

December 2016
M T W T F S S
« Dec    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Twitter Updates

Blog Stats

  • 28,874 hits