celotehjul2julia

Resensi Film: Khalifah

Posted on: January 20, 2011

3 januari lalu, saya (kembali) dapet quiz dari twitter untuk mendapatkan tiket premiere Film. Film perdana di 2011 yang saya tonton!🙂 Film yang saya tonton kali ini berjudul “Khalifah”. Kalau ada yang mengira ini film cinta-cintaan seperti film “ayat-ayat Cinta” — karena (kebetulan) cover-nya sama yaitu perempuan bercadar– anda salah kira!🙂 Oke,memang ada menyentuh soal percintaan, tapi lebih dominan menurut saya ke arah kisah perempuan pemakai cadar dan isu terorisme.

Khususnya di Indonesia, perempuan bercadar masih bisa dibilang banyak dipandang “aneh” oleh sebagian masyarakat. Perempuan bercadar itu dipandang kolot, teroris, atau apalah image-nya yang negatif-negatif. Naah..disini sang Sutradara “Nurman Hakim” mencoba mengulasnya, sutradara ini juga yang pernah sukses menggarap film “3 Doa 3 Cinta”. Pemeran sosok Khalifah ini juga bukan perempuan yang kesehariannya berjilbab (apalagi bercadar), yaitu Marsha Timothy. Marsha yang Non Muslim ini, mau berperan sebagai perempuan bercadar dan beliau mengatakan kalau dia salut dengan perempuan bercadar. Ini bukan kali pertama Marsha berperan sebagai seorang muslimah, masih ingat film “Cinta Setaman”? kumpulan 8 cerita pendek, di film yang berjudul “Wa’alaikum salam” Marsha pernah berperan sebagai ibu kepala sekolah yang berjilbab.

Sinopsis singkat film Khalifah seperti ini:

Marsha Timothy (Khalifah) yang menjadi tulang punggung keluarga (Ibunya meninggal, Ayahnya hanya pengurus Mushola, dan adiknya masih bersekolah) bekerja di sebuah salon sederhana milik teman almarhum ibunya (Jajang C Noer,berperan sebagai Tante Rita). Khalifah dijodohkan oleh ayahnya dengan Rasyid (diperankan oleh Indra Herlambang) yang konon “katanya” seorang pedagang produk-produk dari arab. Rasyid jarang pulang ke rumahnya. Khalifah akhirnya berteman baik dengan tetangga barunya Yoga (Ben Joshua) seorang penjahit, dan Yoga sepertinya jatuh hati kepada Khalifah. Yoga juga yang menolong Khalifah saat keguguran dan Rasyid tidak berada di rumah. Namun hubungan mereka tidak berlebihan kok, paling sekedar CCP-an aja, saling intip dari balik jendela *Ihiiy… seperti jaman jatuh cinta waktu masih cinta-cintaan sama monyet ya! Oups,maksudnya cinta monyet😀

Setelah menikah, awalnya Khalifah Cuma berjilbab. Namun akhirnya bercadar atas anjuran suaminya. Ketika berjilbab, Khalifah masih diterima bekerja di salonnya Tante Rita. Ketika sudah bercadar, Tante Rita sempat memberhentikan Khalifah. Namun akhirnya Tante Rita mempunyai ide, salon untuk hari tertentu dibuka hanya untuk perempuan, dan Khalifah bisa bekerja lagi disitu. Langganannya pun semakin bertambah banyak, karena langganan bertambah dengan kedatangan perempuan-perempuan berjilbab, bahkan ada juga yang bercadar – Fathimah (diperankan Titi Sjuman) yang akhirnya menjadi langganan di salon tersebut dan berteman baik dengan Khalifah. Ngomong-ngomong soal salon khusus wanita ini, jangan disangka perempuan berjilbab itu jorok dan ga’ merawat diri loh! Banyak dari kami (kebetulan saya juga berjilbab) yang rutin melakukan perawatan ke salon. *FYI saja…🙂

Banyak suka duka (kebanyakan duka-nya sih…) ketika Khalifah mulai bercadar. Dipandang aneh oleh orang itu sudah biasa, malah ada juga yang menganggap teroris dan memaki-maki di jalanan. Bahkan ada yang ekstreem mencabut burqo-nya! Saya sempet terbawa emosi tuh ikutan nangis waktu adegan itu. Marsha Timothy bisa banget penghayatannya di peran itu. Jempol deh! Oh ya, di film ini Marsha ga melakukan banyak dialog.

Mungkin ending dari cerita ini yang agak sedikit mengejutkan. Ketika Rasyid pada akhirnya meninggal dan diketahui sebagai salah satu anggota jaringan teroris yang tertembak mati ketika penyergapan. Ditinggal Rasyid, Khalifah tengah mengandung anak pertamanya. Dan Yoga, pindah dari kontrakannya untuk menjadi TKI ke Arab. Ada sedikit adegan yang mengingatkan saya dengan film “Berbagi Suami”. Justru ketika si suami sudah meninggal, baru ketahuan kalau ternyata istrinya lebih dari satu! Kalau di Berbagi Suami, kalau tidak salah setting-nya itu ketika di kuburan. Nah…kalau di film Khalifah ini setting-nya di Ruang jenazah rumah sakit. Gimana coba ya rasanya, ketika ada perempuan lain yang sama sekali tidak kita kenal ikut-ikutan menangisi jenazah suami yang sedang ia tangisi juga…udah sedih,tambah sedih aja deh *Gedubrakpingsan! -_-“

 

 

2 Responses to "Resensi Film: Khalifah"

g mana mahu lihat ya?saya dari malaysia

@Yuyu: Film ini tidak masuk ke maysia ya? Saya cari DVD-nya di toko juga belum ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

January 2011
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Twitter Updates

Blog Stats

  • 28,874 hits
%d bloggers like this: