celotehjul2julia

Resensi Film: Jakarta Maghrib

Posted on: February 10, 2011

Siapa bilang film bagus itu hanya yang ditayangkan di bioskop besar? Coba deh sekali-kali tengok tempat-tempat pemutaran film lainnya seperti di Kineforum TIM, Salihara, Goethe House, CCF Salemba, atau di kedutaan-kedutaan besar negara lain yang ada di Indonesia.

Salah satu film Indie yang baru saya tonton beberapa waktu lalu di kineforum TIM adalah Jakarta Maghrib (Jakarta Twilight), yang di sutradarai Salman Aristo. Salman Aristo ini, juga penulis film Box Office Indonesia diantaranya yaitu Laskar Pelangi dan Ayat-Ayat Cinta. Film berdurasi 75 menit ini, terdiri dari 6 cerita pendek yang pada akhirnya ke-6 tokoh di masing-masing cerita ini akan dipertemukan di akhir film. Jakarta Maghrib, sebuah film yang mencoba menangkap suasana metropitan di saat sedang menuju kontemplasinya. Saat Maghrib

IMAN CUMA INGIN NUR

Bercerita tentang sepasang suami istri yang ingin “bercinta” di kala Maghrib tiba😉 Diperankan oleh Indra Birowo dan Widi Mulia. Iman yang bekerja menjadi seorang satpam, setelah lembur beberapa hari dan pulang ke rumahnya, tidak tahan ingin “berkumpul” dengan istrinya. Namun selalu aja ada gangguan. Anaknya yang nangis terus, sampe usikan dari Ibu mertuanya. Maklum saja, Iman masih numpang di rumah mertuanya yang menjadi penjual tabung gas LPG. Lihat saja kamarnya, sampai-sampai double function sebagai gudang tabung gas LPG juga. Ke-senggol ranjang bergoyang, bisa gawat tuh tabung gas LPG pada jatoh. Hahaaa…..

ADZAN

Bercerita tentang seorang penjaga Mushola dan Preman (Sjafrial arifin dan Asrul Dahlan). Saya lupa siapa nama penjaga muhola-nya😉 si Bapak penjaga Mushola ini juga membuka warung kecil dekat masjidnya. Diceritakan kegiatan si bapak yang membersihkan mesjid menjelang maghrib, dan berbincang dengan Asrul si Preman kampung di warungnya. Ketika Maghrib menjelang dan si Bapak akan megumandangkan Adzan, tiba-tiba dia jatuh dan seketika meninggal di warungnya. Si Preman mabok ini akhirnya menggantikan si Bapak penjaga mesjid untuk Adzan di masjid, dan mengundang reaksi keras dari para penghuni kampung yang ingin menyerbu mendatanginya di Mesjid. Di film ini, dikisahkan keadaan mesjid di Jakarta yang sepi jamaah-nya.

MENUNGGU AKI

Disini banyak pemain film ternama ikut main, diantaranya Lukman Sardi, Ringgo, Desta, Fanny Fabriana, dan Lilis). Ceritanya kelima orang ini bertetangga, namun tidak saling mengenal satu sama lain. Tau sendiri lah Jakarta! Mereka baru berbincang banyak ketika menggu si Aki, tukang nasi goreng favorit mereka. Jarang-jarang mereka berkumpul, dikarenakan kebetulan Jakarta tidak lagi macet, dan mereka bisa sampai dirumah lebih awal. Lukman Sardi dan Desta ternyata bekerja di perusahaan yang sama. Ringgo berprofesi sebagai dokter. Fanny sebagai wartawan, dan Lilis pembantu rumah tangga. Disini diceritakan bagaimana mereka bahkan tidak kenal RT mereka yang baru, curhat kehidupan di kompleks yang terganggu dengan keberadaan PH (Production House) baru di lingkungan mereka dan akhirnya banyak yang nongkrong disitu. Lucunya, justru yang serba tahu si Lilis yang pembantu ini. Akhirnya mereka bubar seiring berlalunya waktu dan Maghrib menjelang. Serunya, kata Salman Aristo ketika ada sessie wawancara selepas film ini. Adegan film ini justru bukan diambil ketika Maghrib saja. Tanpa lampu, mereka hanya mengandalkan gerakan awan untuk mengambil nuansa Maghrib yang pas dengan setting cerita. Pas ketika Adzan maghrib berkumandang, take selesai! Hanya butuh sehari pembuatannya.

JALAN PINTAS

Bercerita tentang sepasang kekasih yang diperankan Reza Rahadian dan Adinia Wirasti,yang mencari jalan pintas menuju tempat kondangan. Bukannya cepat sampai (karena mereka harus bisa sampai sebelum Maghrib) malah nyasar kemana-mana. Tau sendiri jalan tikus di Jakarta seperti apa kan? Hehee… Selama perjalanan ini, menceritakana konflik si Adinia sama si Reza yang tak kunjung dipercaya untuk menikah oleh orang tua mereka karena dianggap belum mapan. Harap maklum, si cowo’ kerja serabutan, malah kuliah ga lulus-lulus. Akhirnya, mereka malah berantem. Dan si cowo’ didepak dari mobil si cewek. Karena ternyata, si cowo’ Cuma numpang di mobil kepunyaan Ayah si cewe’. Padahal di awal saya kira itu mobil si cowo’, karena dia yang nyetir. Hehee…

CERITA SI IVAN

Naaah….kalu cerita ini, jadi inget banget sama pengalaman waktu kecil. Anak kecil tidak boleh keluar Maghrib katanya, ntar bakal diculik Wewe Gombel! *Hiiiiy….. Dan ini pun berlaku pada si Ivan(Aldo Tansani). Dia yang pengen banget main PS sampai bolos dari sekolah, pas sampai rental PS, ternyata sudah full. Akhirnya dia takutin teman-temannya dengan cerita Setan itu, biar pada pergi. Walhasil, temannya pada kabur dan Ivan bisa puas bermain game. Namun ternyata, saat Maghrib menjelang , si Ivan malah takut pulang, terbawa cerita horror-nya sendiri🙂

BA’DA

Di akhir cerita ini, nantinya tokoh-tokoh yang ada di adegan diatas, dipertemukan dalam satu frame Ga usah cerita lengkap yaaa…gimana mereka bisa ketemu. Nanti kalau nonton ga bakalan seru jadinya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

February 2011
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28  

Twitter Updates

Blog Stats

  • 28,874 hits
%d bloggers like this: