celotehjul2julia

Resensi Film: Rindu Purnama

Posted on: February 10, 2011

Satu lagi film anak-anak karya Mizan Production tayang di bioskop mulai tanggal 10 Februari 2011. Setelah Laskar Pelangi dan Garuda di Dadaku, yang kesemuanya fenomenal, kini Mizan Production mengangkat sebuah cerita Novel yang berjudul Rindu Purnama ( Novelnya karangan Tasaro G.K dan A.Fuadi – pengarang Novel 5 Menara dan Ranah 3 Warna itu tuh…) ke layar lebar.

Dibuka dengan pengamen jalanan anak-anak yang sedang mengamen di jalanan, kemudian di kejar-kejar Kamtib. Salah satu anak itu bernama Rindu. Melarikan diri dari kejaran Kamtib, Rindu terserempet mobil Pa Surya (Tengku Firmansyah) bersama sopirnya yang bernama Pa Pur (Landung Simatupang). Pa Surya ini Esmud (Eksekutif Muda), Guanteng, karyawan terbaik , rajin sholat pula, berjanggut (ini ga penting, just FYI aja, hehee…) di sebuah perusahaan Property pimpinan Pak Roy (Pietraja Burnama), yang mempunyai anak perempuan bernama Monik (Titi Sjuman). Bukannya menolong, Pa Surya malah memilih pergi melanjutkan perjalanannya dengan menumpang taksi. Sementara Pa Pur yang merasa bersalah telah menabraknya, membawa Rindu ke Rumah Sakit. Malang bagi Rindu, dia terkena Amnesia dan tidak mengenal siapa dirinya. Untuk itu, Pa Pur membawa Rindu ke rumah Pa Surya. Sampai Rindu bisa mengingat siapa jati dirinya.

Pa Surya sangat kaget dan marah ketika tahu Pa Pur, sopirnya, ternyata membawa Rindu ke rumahnya. Ketia Pa Surya bertanya kepada Pa’ Pur nama si anak ini “Siapa Pa’ PUR… NAMA anak ini?”. Pa Pur bingung menjawabnya, akhirnya dia memberi nama anak ini PURNAMA😉 Setelah esoknya Pa Pur tidak mengembalikan Purnama ke tempat asalnya, bahkan Rindu malah membuat berantakan di rumah Pa Surya karena teman-teman satu kompleks-nya bermain dirumahnya. Ada yang naik meja, lari-lari di kursi, mencorat-coret dinding, bahkan ada yang “melukis” tambahan kumis di foto-nya Pa Surya🙂

Oh ya, mengenai siapa Rindu (Purnama) sebenarnya. Dia adalah anak jalanan yang juga penghuni rumah singgah asuhan Bu Sarah (Ririn Ekawati). Penghuni rumah singgah ini anak-anak jalanan, diantaranya Akbar dan Rindu itu. Akbar ( dengan ciri khas ingus-nya yang selalu meleleh ini. Jadi inget tokoh si Bo’ di Kartun Sinchan deh. Hehe…) sangat dekat dengan Rindu. Dia begitu kehilangan dan selalu menangis, ketika Rindu tidak pulang ke rumah singgahnya. Di rumah Pa Surya, Rindu (Purnama) tidak betah. Karena Pa Surya (yang masih single ini) jutek, tidak suka anak-anak. Akhirnya dia memilih untuk pergi dari rumah itu, dan kemudian bertemu dengan Andrea yang disebutnya “monyet”, yang kemudian menjadi teman mengamen.

Ternyata Pa Surya tidak begitu saja membiarkan Purnama pergi. Dia terus mencari, dengan petunjuk dari gambar-gambar yang dilukis oleh Purnama. Sampailah ia ke suatu tempat kumuh, dan bertemu dengan Bu Sarah. Yang kemudian mereka berdua bersama mencari Rindu (Purnama). Pa Surya, mampu membuat setiap perempuan menjadi tertarik kepadanya. Ganteng gitu loooh! Hehe…. Bukan hanya Monik anak Pa Roy yang telah mengejar-ngejarnya dari semenjak SMA, bahkan bu Sarah pun diam-diam menaruh hati dengan Pa Surya. Tapi Pa Surya ternyata lebih tertarik dengan bu Sarah, yang menjadi pengasuh anak jalanan di rumah Singgahnya, peka dengan kehidupan sosial di tempat kumuh. Monik cemburu. Untuk itu, ketika dia dipercaya untuk mengerjakan sebuah proyek yang berlokasi di tempat kumuh dimana bu Sarah dkk tinggal, Monik terlihat sangat bersemangat. Bahkan dia menggandeng Surya untuk ikut membantunya merealisasikan proyek tersebut.

Pa’ Surya sangat terkejut ketika tahu proyek yang akan digarap Monik itu berada di lokasi dimana Sarah dan anak-anak jalanan asuhannya tinggal. Apalagi setelah Rindu (Purnama) kembali ke rumah singgahnya itu. Karena ketidak tegaanya, dan juga karena Bu Sarah. Akhirnya Pa Surya mau berbuat sesuatu untuk menggalkan rencana tersebut. Apa “sesuatu” itu? Silahkan tonton filmnya😉

Film ini tidak melulu berisi masalah dan kritik sosial, namun juga diselingi adegan lucu. Tingkah polah anak jalanan. Ketika Akbar dikejar-kejar Kamtib dan ngumpet di balik rok ibu-ibu di sebuah rumah. Dan juga dengan hadirnya duo Edwin dan Jody, yang dimunculkan menjelang akhir film. Meski agak sedikit garing, yaaaa…lumayanlah buat menghibur😉

Satu lagi yang menurut saya menarik di Film ini adalah Soundtracknya! Salah satunya yang dinyanyikan Judika, Cinta Satukan Kita. Kalau tidak salah, adegan ketika Rindu dan Andrea mengamen. Hasil dari ngamennya ini tidak mereka nikmati sendiri. Tapi dibagi-bagikan pula kepada penghuni tempat kumuh dimana ia tinggal, dengan membagi-bagikan nasi bungkus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

February 2011
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28  

Twitter Updates

Blog Stats

  • 28,874 hits
%d bloggers like this: